MANUSIA DAN KEBAIKAN

Kembali kepada fitrah penciptaan manusia, yang diciptakan punya kemerdekaan sejak kelahirannya, dan diciptakan untuk kenal mengenal (bersatu) bersinergi dalam berkehidupan, untuk saling memberi manfaat di jalan kebaikan dan kasih sayang dalam persaudaraan dengan semua golongan yang satu gotong royong di dalam kebhinekaan dengan mereka dalam berkehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. oleh karena itu benarlah apa yang diajarkan oleh PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 dengan segala semangatnya yang telah dikaruniakan oleh Tuhan YME kepada BANGSA INDONESIA, bahwa dasar ketertiban dan kerukunan antara sesama manusia itu adalah KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI dan KEADILAN SOSIAL. Suatu dasar ketertiban yang dapat mempersatukan semua manusia di dalam KEBHINNEKAAN, baik secara KEBANGSAAN maupun di dalam PERSAUDARAAN BANGSA-BANGSA. Suatu dasar yang benar-benar dapat menjadikan semua manusia menjadi satu UMAT sesuai fitrah penciptaannya oleh Tuhan YME. Inilah dasar ketertiban / kerukunan yang memberikan semboyan persatuan: KESATUAN DI DALAM KEBHINNEKAAN / BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Ketika kita bicara UMMAT YANG SATU yang terdiri dari berbagai golongan agama, ORANG-ORANG YG BERIMAN kepada Tuhan YME itu adalah bicara mereka yang memelihara persaudaraan dan perdamaian di dalam KEBHINNEKAAN dengan golongan-golongan yang dalam SATU GOTONG ROYONG dengan mereka dalam membangun kehidupan kebangsaannya dengan menjunjung setinggi-tingginya SIKAP BERKEADILAN SOSIAL, dan dengan semua bangsa di atas dunia ini umumnya di dalam persaudaraan bangsa-bangsa itu.

Mari kita berlepas diri dari berkehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang berpecah-belah dengan bermusuh-musuhan serta tidak suka-menyukai hanya karena perbedaan agama. Karena itu semua adalah suatu bentuk menyekutukan Tuhan YME dan bertuhan kepada IBLIS, serta akan mengancam semua pihak kepada JURANG KEHANCURAN, tempat kembalinya kaum arang dan kaum abu. Semua orang yang tidak seiman denganmu dalam beragama, mereka tetaplah saudara-saudaramu di dalam KEMANUSIAAN. Oleh karena itu hendaklah kita tetap berpegang teguh pada SIKAP BERKEADILAN SOSIAL tanpa memandang suka tidak suka, tanpa memandang perbedaan agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s