BERKETUHANAN itu fokus kita adalah MENGEJAR KEBAIKAN / KEBAJIKAN sesuai ukuran kemanusiaan yang adil dan beradab. Selain utk niat memuliakan Tuhan, dgn begitu tiap-tiap orang yang berketuhanan bisa utk niat saling memberi rasa aman rasa damai, tidak ada yg merasa dirugikan tidak ada yg merasa terancam oleh cara berfikir dan keyakinan pihak manapun. keadilan dan kemakmuran bisa diciptakan. damai sejahtera bisa didatangkan. Sebagaimana yg kita bersama kehendaki di dalam kehidupan berkebangsaan yg berkemerdekaan dg berbhinneka tunggal ika.

Dengan kita menamai Tuhan itu YANG MAHA ESA maka kita berfokus pada MENYATUKAN DIRI KITA MASING-MASING SECARA KELOMPOK MAUPUN SECARA INDIVIDU DGN SESAMA RAKYAT INDONESIA, SESAMA WARGA NEGARA INDONESIA, SESAMA BANGSA INDONESIA. Kalau Tuhan itu kita sebut ESA, maka yang pentingnya adalah manusia yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan haruslah BERSATU sbg konsekwensinya. Tidak boleh berpecah-pecah belah, karena siapa yg berpecah-belah seolah-olah ia mengatakan bahwa tiap-tiap pecahan itu ada mempunyai tuhan pencipta penguasa semesta alamnya masing-masing, padahal tidak.

Kalau begitu kita telah mengatakan kata-kata yang tidak pantas tentang Tuhan yang menciptakan, memelihara dan menguasai seluruh alam semesta. semua kita yang berbeda-beda agama ini diciptakan dan dikuasai oleh Tuhan yang sama, itulah makna ESA itu, sekali pun kita punya difinisi yang berbeda-beda tentang DIA, sekalipun bedanya itu seperti antara Timur dan Barat, satu yang jelas adalah, kita semua berada di bawah satu KEKUASAAN PENCIPTA PEMELIHARA yang sama, kekuasaan Tuhan yang sama.

Siapa yang paling benar difinisinya tentang Tuhan bukan utk diperdebatkan utk menang-menangan, itu urusan masing-masing, tidak mungkin pemahaman yang seperti itu diseragamkan, sekalipun tiap orang sangat menginginkannya. di dalam kehidupan bersama yang penuh oleh perbedaan dan keberagaman begini, orang tidak boleh serta merta dinilai dari apa agamanya apa sukunya apa asal bangsanya, tapi hendaklah lebih dulu kepada kemanfaatan, kontribusi, karya dan perbuatannya utk kehidupan bersama dan kemanusiaan. dengan kemerdekaan (saling hormat menghormati / menghargai) perbedaan menjadi persaudaraan dan perselisihan menjadi perdamaian. semua terhindar dari jurang kehancuran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s