BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN GOTONG ROYONG

Secara semangat BHINNEKA TUNGGAL IKA / KESATUAN DI DLM KEBERAGAMAN itu sudah ada di BPUPKI, khususnya di pidato Bung Karno 1 Juni 1945, bahkan jauh sebelum tahun 45. Ketika bicara semangat SEMUA UNTUK SEMUA dan GOTONG ROYONG itu secara otomatis bicara BHINNEKA TUNGGAL IKA juga. Karena GOTONG ROYONG yang kita maksudkan adalah gotong royong di dalam kebhinnekaan, bukan hanya sekedar gotong royong antara dua orang atau lebih saja.
silhouettes-1186996_1280 (1)

Kenapa BTI yg berarti KESATUAN DI DLM KEBERAGAMAN itu nggak langsung populer? sangat wajar, karena BTI itu masih merupakan sesuatu yang terasa asing, khususnya karena dunia belum benar-benar meninggalkan alam IMEPRIALISME KOLONIALISME yang meliputi segala bidang kehidupan, yang mengandung budaya bergolong-golongan dg bermusuh-musuhan karena perbedaan. Berhijrahnya kita KEMBALI menuju KEPADA fitrah penciptaan manusia adalah meninggalkan budaya IMPERIALISME KOLONIALISME menuju kepada budaya KEMERDEKAAN KABANGSAAN yang mempunyai semangat tidak mengecualikan suatu golongan atau lapisan, kembali kepada PERIKEMANUSIAAN yang selalu bicara PERIKEADILAN.

Sumpah Pemuda itu adalah peristiwa BTI, suatu peristiwa KESATUAN DI DALAM KEBERAGAMAN, suatu peristiwa BHINNEKA TUNGGAL IKA: Peristiwa SATU KESATUAN TANAH AIR, SATU KESATUAN BANGSA, SATU KESATUAN BAHASA. Yang tersimpulkan menjadi SATU KESATUAN INDONESIA RAYA dan SATU KESATUAN MERAH PUTIH di Kongres Pemuda II – 28 OKT 1928 itu.

Begitu juga ketika kita menetapkan dasar berfikir __SEMUA UTK SEMUA__ dalam menyusun DASAR NEGARA yang disebut PANCASILA. SEMUA YANG KESATUAN untuk SEMUA YANG KESATUAN itu sendiri. SEMUA YG BER-BTI untuk SEMUA YG BER-BTI itu sendiri. GOTONG ROYONG dalam keadaan seperti itulah yang kita maksudkan.

KESATUAN disini sendiri bukan sekedar bicara DUA ATAU LEBIH YANG BERSATU MENJADI KESATUAN, tapi bicara SEMUA YANG BHINNEKA BERSATU MENJADI TUNGGAL IKA / KESATUAN. KESATUAN DI DALAM KEBERAGAMAN.

PANCASILA itu sendiri tersusun atas 2 macam unsur,
:: UNSUR BHINNEKA
:: UNSUR TUNGGAL IKA

sila 1
1. UNSUR BHINNEKA: KETUHANAN
2. UNSUR TUNGGAL IKA: YANG MAHA ESA
sila 2
1. UNSUR BHINNEKA: KEMANUSIAAN
2. UNSUR TUNGGAL IKA: YG ADIL & BERADAB
sila 3
1. UNSUR BHINNEKA: PERSATUAN
2. UNSUR TUNGGAL IKA: INDONESIA
sila 4
1. UNSUR BHINNEKA: KERAKYATAN
2. UNSUR TUNGGAL IKA: YG PIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DLM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
sila 5
1. UNSUR BHINNEKA: KEADILAN SOSIAL
2. UNSUR TUNGGAL IKA: BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

BHINNEKA TUNGGAL IKA untuk memungkinkan terjadinya GOTONG ROYONG dalam rangka untuk mencapai KESEJAHTERAAN SOSIAL.

Yang BERGOTONG-ROYONG itu adalah yang BHINNEKA, untuk bisa terjadi dinamisme gotong-royong yang BHINNEKA ini haruslah ber-TUNGGAL IKA dulu, haruslah menjadi SATU KESATUAN yang SEMUA UTK SEMUA dulu, supaya semua merasa nyaman dengan konsep GOTONG ROYONG itu sendiri dan mau dengan senang hati MELAKUKANNYA walaupun di dalam KEBHINNEKAAN.

gt
GOTONG ROYONG banting tulang bersama itu melekat oleh kata KESATUAN DI DLM KEBERAGAMAN, bukan sekedar DUA ORANG ATAU LEBIH. Supaya menjadi JELAS siapa yang bergotong-royong itu.

PANCASILA itu secara statis, ia adalah BHINNEKA TUNGGAL IKA. Secara dinamis, ia adalah GOTONG ROYONG. Jadi bisa dikatakan BHINNEKA TUNGGAL IKA dan GOTONG ROYONG adalah barang yang itu itu juga.

So apa yang bisa kita katakan, BHINNEKA TUNGGAL IKA = GOTONG ROYONG. Hanya berbeda di statis atau dinamisnya.

Jika BHINNEKA TUNGGAL IKA disebut SEMBOYAN PERSATUAN NEGARA INDONESIA karena dasar negaranya mempunyai semboyan persatuan itu, maka GOTONG-ROYONG pun adalah SEMBOYAN, yaitu semboyan dinamismenya Pancasila.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s