DARI PENYERAGAMAN MASA LALU KEPADA KEBERAGAMAN ZAMAN KITA INI.

Ide persatuan dlm sejarah kehidupan manusia itu ada 2 macam. ide persatuan DGN PENYERAGAMAN dan ide persatuan DI DALAM KEBERAGAMAN.

di masa manusia hidup mau tak mau harus hidup menurut golongan sendiri-sendiri, yg punya tradisi dan keyakinan sendiri-sendiri, punya cara berpikir sendiri-sendiri dan caranya mencari hidup sendiri-sendiri di mana berperang dgn pedang panah dan tombak menjadi jalan hidup mereka yang kita kenal dgn imperialisme kuno dgn kolonialisasinya, konsep persatuan yang dipakai adalah PERSATUAN DGN PENYERAGAMAN.

Tetapi di zaman moderniasi globalisasi yang punya alat-alat canggih di bidang mesin-mesin industri, alat-alat transportasi dan alat-alat komunikasi, serta dapat mengadakan senjata-senjata pemusnah massal ini, dimana di sisi lain manusia sudah saling berketergantungan dlm segala bidang kehidupan saling berhutang jasa dan budi lintas bangsa lintas agama, sehingga ada tuntutan ttg perlu terwujudnya persaudaraan global lintas bangsa lintas agama, maka sebagian dari tradisi dan keyakinan yang terlahir di zaman manusia hidup bergolong-golongan dgn jalan berperangnya itu tidak dapat dilaksanakan lagi, yang mana bila dipaksakan akan terjadi kehidupan yang tidak sesuai lagi dg peri kemanusiaan dan peri keadilan, bahkan bisa menyebabkan terjadinya kerusakan yang besar di muka bumi ini. Maka mau tidak mau, suka tidak suka, demi perdamaian dan kedamaian, demi kelangsungan kehidupan yang manusiawi, adil dan beradab, maka konsep persatuan yang harus dipakai adalah PERSATUAN DI DALAM KEBERAGAMAN.

Baik penaklukan pendudukan dan kolonisasi melalui imperialisme kuno yg dilatar belakangi oleh penyebaran agama maupun penaklukan pendudukan kolonisasi melalui imperialisme modern yang dilatar belakangi oleh revolusi industri sudah tidak layak menjadi jalan hidup di zaman ini karena sudah tidak sesuai lagi dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. oleh karena itu harus dihapuskan. Sehingga KEMERDEKAAN, KEBANGSAAN, PERDAMAIAN ABADI & KEADILAN SOSIAL antar bangsa di tingkat internasional telah menjadi dunia baru di zaman ini, yang kemudian terjadi pula pola yang sama di tingkat nasional antar golongan2 etnik dan agama beserta aliran2 agama dan kepercayaan.

Mau tidak mau, suka tidak suka, kehidupan berketuhanan harus menjadi kehidupan berketuhanan yang berkebudayaan, yaitu ketuhanan yang saling menghormati agama dan keyakinan. Ketuhanan yang saling bertoleransi. Maka perjanjian damai yang abadi harus dilaksanakan, baik antar bangsa di tingkat internasional maupun antar golongan adat dan aliran agama di tingkat nasional. Kemerdekaan segala bangsa harus diakui. Keadilan sosial bagi semua bangsa dan golongan harus diterapkan.

Kemerdekaan dan nasionalisme menjadi cara hidup bangsa-bangsa, di atas itulah mereka melaksanakan ketuhanan dan/atau kemanusiaan serta nilai-nilai dan norma-norma. Di atas itulah mereka bertahan hidup dan mencari hidup menurut cara-cara yang disepakati bersama dengan nilai-nilai dan norma-norma yang hidup umum dalam kehidupan mereka. Maka kita pun memilih kepemimpinan yang berdasarkan hikmat kebijaksanaan yang mengandung kombinasi dari kearifan masa lalu, kearifan kitabiah serta kearifan zaman modernisasi globalisasi ini. Peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang tersusun oleh musyawarah mufakat di dalam perwakilan. Keadilan sosial persamaan hak persamaan derajat. Tidak menilai orang dengan apa keyakinan dan etniknya, tapi dengan kemanfaatan karya dan perbuatannya utk kehidupan bersama dan kemanusiaan. membangun hidup bersama dg bergotong royong. agama dan keyakinan adalah urusan masing2.

Semua itu disusun di dalam suatu frame Kebangsaan Indonesia yang disebut 4 Pilar Kebangsaan Indonesia yg merupakan kaitan saling dasar-mendasari antara konsep persatuan berbeda-beda tapi satu BTI, dasar statis dinamis negara yaitu PANCASILA, konstitusi dlm bentuk pasal2 ayat2 UUD 1945 dan bentuk negara kesatuan kerakyatan NKRI. Untuk mudahnya saya menuliskannya seperti ini BTI PS UUD45 NKRI. Di dalam lingkaran frame ini tentu saja terdapat berbagai pilar-pilar lainnya yg ikut menyusun kebangsaan atau nasionalisme indonesia, dimana PANCASILA menjadi yang utama dan terutama, sentral dari kebangsaan indonesia itu sendiri, diformuleeren utk menjadi dasar dari penyelenggaraan kemerdekaan bangsa indonesia yg beragam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s