Piagam Jakarta Dan Dekrit PRESIDEN 5 Juli 1959

Ketika meninggalkan RIS buatan Belanda, kita tidak langsung kembali ke UUD 1945, tapi kembali mempermasalahkan Piagam Jakarta, seperti ada semacam keraguan dari kalangan muslim tentang keselarasan UUD 1945 dengan semangat Piagam Jakarta yang menyebutkan kewajiban menjaalankan Syariat Islam bagi pemeluk2nya itu.

Sebenarnya dgn adanya UUD45 tidak perlu membuat UUD yg lain sebagai pengganti seperti yang ingin dilakukan melalui pembentukan Konstituante pada Pemilu 1955, karena UUD 1945 sudah mengandung semangat Piagam Jakarta itu sendiri, yaitu Piagam Jakarta yang berparadigma kemerdekaan dan keberagaman bangsa.

Bisa dibilang “Kemanusiaan yang adil dan beradab” itu adalah peraturan/syariat semua agama, termasuk agama Islam sendiri. Tidak mungkin dibedakan peraturan agama manapun dengan “kemanusiaan yang adil dan beradab” itu. Itulah titik temu semua syariat dan tradisi agama.

Bukankah Piagam Jakarta sendiri berbunyi: Ketuhanan dgn kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk2nya MENURUT DASAR kemanusiaan yang adil dan beradab?

itulah penjelasan dari pernyataan Dekrit di bawah ini…

Kami berkeyakinan bhw Piagam Jakarta 22 Juni 1945 menjiwai UUD 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut.
1394105_4818188871265_634867469_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s